30 C
Demak
24 January 2023
spot_img

Tuk Panjang Warnai Perayaan Imlek di Semarang

Semarang, Demaknews.id – Warna baru di Imlek tahun 2023/2574 yang di gelar di gang baru kawasan Pecinan Kota Semarang, Sabtu (21/1/2023).

Hal tersebut juga disampaikan Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu. Menurutnya acara perayaan Imlek di tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya perayaan sebelum imlek hanya dilakukan oleh masyarakat kawasan tersebut dan para tokoh dengan Tuk Panjang saja.

“Saat ini juga terdapat perayaan Jit Kau Meh, yaitu dua hari sebelum tahun baru imlek orang berbelanja di Pasar Gang Baru,” ucap perempuan yang akrab di panggil dengan Mbak Ita.

Baca juga : Simak Resep Makanan Khas Imlek Sup Wonton

Adanya, kuliner yang hanya ditemukan dalam Jit Kau Meh ini, menurutnya menjadi semakin menambah nilai lebih dalam perayaan.

“Tadi kita berjalan ada tebu buto, terong susu yang hanya di temukan di pasar gang baru, jadi ini tidak ada di kota manapun,” ucapnya usai melakukan pembukan perayaan pasar malam di Gang Baru (akrab disebut dengan pasar Semawis).

Mbak Ita berharap adanya kegiatan ini mampu menjadikan ruang untuk menjaga kerukunan masyarakat, terkhusus Kota Semarang.

“Saya punya ide suatu saat nanti membuat Gang Baru ini kita revitalisasi jadi destinasi wisata yang lebih besar,” ucapnya.

Masih berada di area kampung Gang Baru, Ketua Paguyuban Pasar Semawis, Harjanto Halim mengungkapkan, sebelumnya Pasar Semawis atau pusat kuliner, bazar, pernak-pernik dan budaya digelar di jalan Wotgandul.

“Itu sudah berjalan hampir 18 tahun (perayaan di Wotgandul). Imlek tahun ini saya rembuk bersama warga, ternyata ada masukan kenapa tidak roh Jit Kau Meh di kembalikan di Gang Baru,” ungkapnya menyampaikan harapan masyarakat pecinan yang akhirnya terealisasi di tahun 2023 ini.

Harjanto mengakui terkait kondisi Pasar Gang Baru yang sedikit kumuh, dan kurang terawat atau tidak rapi.

“Kalau dipusatkan lagi ke sini Pasar Gang Baru harus berbenah dan pedagang juga harus disiplin,” katanya saat di temui Jatengnews.id.

Pasalnya ia cukup senang dengan kegiatan yang dikembalikan ke Gang Baru ini, karena bisa membawa manfaat ekonomi.

Adanya tebu, terong susu dan tuk panjang menjadi bagian perayaan imlek seperti yang di sampaikan Mbak Ita sebelumnya. Ia juga ikut senang karena mampu mengembalikan simbol-simbol lama.

“Terong susu itu simbol keberlimpahan dan itu biasanya di oasang didepan rumah. Tebu itu simbol keselamatan karena zaman dinasti ming itu pernah orang-orang ada yang dikejar tentara mansyurih dan mereka terpaksa bersembunya di kebun tebu selama seminggu, setelah mereka selamat dan keluar sehinga tebu diangao sebagai oenyelamat,” kisahnya terkait sejarah hal tersebut.

Sedangkan, untuk Tuk Panjang merupakan perayaan makan bersama dengan keluarga yang biasanya dengan meja yang panjang.

“Sedangkan pada kali ini kita menjamu seluruh masyarakat dan itu sebagai simbol kebersamaan,” tandasnya. (Kamal-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img