30 C
Demak
24 January 2023
spot_img

Permukaan Tanah Turun 7 – 10 Cm dan Air Laut 3 Mm Per Tahun, Benarkah Demak Akan Tenggelam?

Demak, Demaknews.id -Permukaan tanan Kabupaten Demak, Jawa Tengah setiap tahun turun 7 – 10 centimeter (cm), sedangkan air laut naik hingga 3 milimeter (mm) per tahun, Sabtu (21/1/2023) Benarkah Demak akan tenggelam?

Bupati Demak Eiti’anah mengatakan perlunya membangun tanggul laut di Pesisir Demak agar wilayahnya terselamatkan dari banjir rob.

Kata dia, dari pemaparan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bahwa permukaan tanah Demak turun sampai 7-10 Cm per tahun. Jika tidak segera dibangun tanggul laut Pantura pun akan tenggelam.

Baca juga : Bupati Demak Minta Tanggul Laut dan Normalisasi Sungai Disegerakan

“Sudah disampaikan BBWS penurunan tanah ini di Demak setahunnya hampir 7 sampai 10 Cm, dan kenaikan air laut itu sekitar 3 mm per tahunnya. Jadi apabila tidak disegerakan mungkin berpuluh tahun lagi Pantura pun akan tenggelam,” terang Bupati usai menerima kunjungan rombongan Komisi V DPR RI belum lama ini.

Kalau ada perdebatan kenapa harus ada tanggul laut, lanjut dia, mungkin mematikan alam, bukan demikian kita tetap bersahabat dengan alam.

“Jadi jika adanya muara-muara atau aliran sungai tetap kita hidupkan, tapi membatasi sementara, jadi sembari normalisasi (sungai) dan membuat batasnya,” jelasnya.

Adapun untuk konsep pembangunan tanggul laut Pesisir Demak sendiri Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah saling berkoordinasi gar menciptakan solusi yang tepat dalam penanganan banjir rob Demak.

“Agar konsepnya itu tidak hanya dari pusat saja tapi juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, kemudian menciptakan solusi yang tepat” ujarnya.

Adapun pembangunan tanggul Pesisir Demak dan normalisasi sungai, Eiti’anah belun bisa memastikan namun ia meminta agar disegerakan di tahun 2023 ini.

“Kita minta kalau bisa di 2023 sekalipun sudah di ketok untuk anggaran 2023, tadi kita berdiskusi kecil semoga ada anggaran yang bisa diusulkan langsung oleh Komisi V, semoga terealisasi,” terangnya.

Rencana pembangunan tanggul laut diperkirakan akan mencapai triliunan rupiah, namun bisa di efesiensi dengan menghidupkan kemabli jalan – jalan kabupaten dari Kecamatan Sayung hingga Wedung kurang lebih sepanjang 17 Km.

“Mungkin kalau di angka Rp 200 miliar kita bisa menghidupkan kembali jalan kabupaten dan sebagai tanggul laut yang ada di empat Kecamatan tersebut. Mungkin untuk solusi lain rumah apung yang ada di luar jalan kabupaten, ini pun tidak menutup seluruhnya,” tukasnya. (Zaidi-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img