32 C
Demak
28 September 2022
spot_img

Kabupaten Demak Endemik Leptospirosis

Demak, Demaknews.id – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) mendorong penanganan leptospirosis di Kabupaten Demak.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang berasal dari kencing tikus. Penyakit ini dapat menular ke manusia dengan gejala yang tidak khas, bahkan sering terlewat dalam diagnosis.

Pada sejumlah kasus, penanganan yang terlambat bahkan berakibat pada kematian.  Kabupaten Demak dipilih dalam pengadaan lokakarya penerapan surveilans terpadu lintas sektor karena menjadi wilayah yang endemik leptospirosis.

Baca juga : Pemkab Demak Gelar Rapat Koordinasi STBM Bahas Cegah Stunting

Leptospirosis itu merupakan salah penyakit endemik yang ada di Indonesia, tapi memang tidak semua daerah itu ada laporannya kasus endemik tersebut.

Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni mengatakan, berdasarkan laporan-laporan yang masuk di Kementerian Kesehatan di daerah Jawa itu umumnya ada laporan kasus leptospirosis.

“Termasuk salah satunya Demak, di Demak ini memang sepanjang tahun ada laporannya dan kita lihat juga karena pengaruh faktor lingkungan,” terang Nancy dalam kunjungannya ke Pemkab Demak belum lama ini.

Selain itu, leptospirosis tidak hanya menular ke manusia namun juga hewan ternak dan peliharaan. “Yaitu hewan peliharaan kucing dan anjing dan juga hewan ternak, yaitu sapi dan domba,” ujarnya.

Adapun Kabupaten Demak sebagai salah satu wilayah endemik leptospirosis dimungkinkan karena terpengaruh lingkungan.

“Bakterinya itu dibawa hewan pengerat (tikus) yang kemudian melalui urinnya itu dikeluarkan ke lingkungan yang biasanya kalau hujan terus banjir, atau misalnya di tanah yang biasa kerja di sawah kemudian tidak menggunakan pelindung dan ada luka di badannya itu bisa terkena infeksi,” papar Nancy.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendy menyampaikan, dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Demak terdapat 12 desa yang teridentifikasi leptospirosis.

“Jadi kalau memang masih ada tumpukan sampah, pola hidup sehat yang belum terbudaya dengan baik ini memang menjdi faktor-faktor resiko itu muncul,” katanya.

Adapun leptospirosis di Kabupaten Demak yang terlaporkan dan sampai ada kasus kematian, karena tidak terdeteksi dini dan segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.

“Kalau kita kuat di surveilansnya maka harapan kita, identifikasi adanya penyakit pun menjadi lebih cepat karena kasus-kasus kematian ini menunjukkan penanganan yang dalam kategori tidak di bawa ke rumah sakit sesegera mungkin,” papar Kurniawan. (Zaidi-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img