32 C
Demak
28 September 2022
spot_img

Pemkab Demak Gelar Rapat Koordinasi STBM Bahas Cegah Stunting

Demak, Demaknews.id – Dalam rangka mencegah dan mengatasi stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menggelar rapat koordinasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Stunting di Pendopo Satya Bhakti Praja, Selasa (20/9/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinpertan, Dinkes, Petugas Puskesmas, Kader dan perwakilan pemerintah desa dari Desa Raji, Sedo, Morodemak, Sukodono, Karangrejo dan Margolinduk.

Menurut Wakil Bupati Demak Ali Makhsun dalam sambutan dan arahannya menyampaikan, bahwa perlu adanya aksi konvergensi untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Baca juga : Bupati Demak Serahkan Bantuan Bagi Korban Puting Beliung di Dempet

“Sehingga harus ada gerakan yang terstruktur untuk percepatan penurunan stunting sehingga terlibat dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting ini. Mohon nanti bisa di diskusikan di berbagai bidang dan Dinas, ini juga harus intens ya seperti pertanian Dinpertan, kemudian kesehatan itu jelas ya dan termasuk Dinputaru,” katanya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, petugas puskesmas serta pimpinan OPD turut bergabung membantu penurunan stunting di wilayah Kabupaten Demak.

“Kalau hanya Dinas Kesehatan saja percuma, maka perlu adanya bantuan dari Dinas lainnya. Ayo pekerjaan ini di keroyok bareng – bareng, karena kita di tahun 2045 sudah 100 tahun merdeka. Maka dari itu kita perlu generasi – generasi maju untuk bangsa dan negara kita,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kurniawan Arifendi menuturkan, stunting disebabkan oleh berbagai faktor yang berakar pada kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, serta pendidikan.

“Secara tidak langsung akar masalah ini mempengaruhi ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, pola asuh, pelayanan kesehatan, dan kesehatan lingkungan yang kemudian mempengaruhi asupan makanan dan menyebabkan berbagai infeksi, sehingga menimbulkan gangguan gizi ibu dan anak,” kata Kurniawan.

Untuk mencegah dan mengatasi stunting, tidak hanya diperlukan intervensi secara spesifik saja, tetapi perlu adanya intervensi sensitive. Tetapi perlu adanya upaya-upaya mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung. Misalnya melalui penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.

“Sebagai salah satu upaya pencegahan tidak langsung atau intervensi sensitif agar kasus stunting di Demak tidak meningkat yaitu dengan upaya peningkatan kualitas lingkungan melalui kegiatan implementasi 5 Pilar STBM, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM-RT), pengamanan sampah rumah tangga (PS RT). dan pengamanan limbah cair rumah tangga (PLC RT),” pungkasnya. (Nizar-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img