28 C
Demak
5 August 2022
spot_img

Polres Demak Periksa 8 Saksi Kasus Korban Keracunan

Demak, Demaknews.id – Tewasnya kakak adik di Demak yang diduga keracunan usai sarapan tempe bacem dan cakar ayam. Polisi sebut sudah periksa 8 saksi dan menunggu hasil uji Laboratorium.

Korban bernama Nunziah (24) dan Nurul Afiyah (20) warga Dukuh Krajan, Desa Wedung, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Putri dari pasangan Junaidi dan Asfuriyah itu menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Sunan Kalijaga pada Selasa (2/8). Mereka mengalami mual dan muntah pasca sarapan dengan lauk tempe bacem dan cakar ayam.

Baca juga : Cegah Pelanggaran, Propam Polres Demak Periksa Senjata Api Personel

“Sudah 8 orang saksi yang kita periksa, baik itu dari keluarga korban, bapak, ibu, kakak, selanjutnya suami  daripada korban dan suami daripada korban, dan ada 3 orang tetangga  sekitar rumah yang ikut mendampingi saat dibawa ke rumah sakit,” terang Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono dalam konferensi pers di Mapolres Demak, Jumat (5/8/2022) sore.

Sementara untuk saat ini Satreskrim Polres Demak dan Polsek Bonang terus melakukan penyelidikan apakah ada penyebab lain dari meninggalnya kedua adik kakak tersebut sambil menunggu hasil uji  Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah Semarang

“Sementara langkah kami adalah pertama menunggu daripada hasil lab tersebut, makanannya tidak itu, kalau makanannya mengandung hal yang bisa menyebabkan orang meninggal dunia kan berarti penyebabnya itu. Tinggal nanti kami cek yang pedagang,” jelas Kapolres.

Selain makanan, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk mengambil sampel darah daripada korban dan sampai saat hasilnya masih menunggu.

Kapolres Budi membenarkan bahwa satu keluarga tersebut makan bersama dari masakan tempe bacem dan ceker ayam yang terlah dimasak.

“Menurut pemeriksaan yang sudah kita lakukan, baik itu kepada bapak dan ibu korban memang mereka memakan menu tersebut, nasi tempe dan cakar. Kalau tempe dan ceker ini mereka masak bebarengan  istilahnya di sayur bacem terus empat orang ini makan makanan tersebut,” papar Budi.

Adapun yang pertama kali menyantap masakan tempe bacem dan cakar ayam adalah sang ayah  karena akan pergi bekerja sebagai tukang kayu yang tidak jauh dari rumahnya. Selanjutnya ibu dan kedua korban giliran makan.

“Selesai memakan makanan tersebut ayah dari korban ini pergi  untuk bekerja 500 meter dari rumah sebagai tukang kayu,” ujarnya.

Diberitakan Jatengnews.id sebelumnya, (4/8) pengakuan sang ayah Junaidi ia tidak mengalami efek seperti kedua putrinya. Padahal ia dan istrinya turut menyantap masakan yang sama. (Zaidi-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img