35 C
Demak
28 September 2022
spot_img

Dinas Pendidikan Kota Semarang Serahkan Kegiatan Ekstrakulikuler ke Sekolah

Semarang, Demaknews.id – Dinas Pendidikan Kota Semarang akan menyerangkan secara penuhnya, pelaksanaan ekstrakurikuler kepada sekolah masing-masing.

Penyerahan kebijakan tersebut menjadi salah satu dampak, pemberlakukan jam kerja baru khususnya 5 hari sekolah di Kota Semarang yang diberlakukan mulai awal tahun ajaran baru 2022 ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kartika Hedi Aji menyampaikan untuk kebijakan itu, pihaknya sekarang memilih untuk mengembalikan kepada pihak sekolah saja.

“Jadi 5 hari pembelajaran itu kami serahkan sepenuhkan dengan sekolah. nanti sesuai dengan kebijakan masing-masing sesuai kebutuhan masing -masing,”kata Kartika kepada Jatengnews, Jumat (29/7/2022).

Baca juga : Sekolah Vokasi UNDIP Gandeng FHISIP Universitas Terbuka Kembangkan Merdeka Belajar

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota Semarang sejak 1 Juli 2022 secara resmi memberlakukan pengaturan jam kerja baru bagi seluruh pegawainya. Melalui surat edaran bernomor B/3206//061.2/VI/2022, Pemerintah Kota Semarang memberlakukan jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 pada setiap hari Senin sampai Kamis.

Sedangkan untuk untuk hari Jumat sendiri jam kerja yang ditetapkan juga diperbarui mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB.

Menurutnya, dengan dikembalikannya ke pihak sekolah, menjadi salah satu solusi untuk sekolah bisa mengatur sendiri waktu ataupun kegiatan yang di inginkan oleh para peserta didik.

“Kepihak sekolah karena yang tau keadaannya adalah pihak sekolah , kalau kami hanya mengatur jam kerja dinas guru yang kita atur. bukan pembelajarannya ,”jelasnya.

Sehingga dengan adanya Ekstrakurikuler lanjutnya, akan dipilih secara masing-masing oleh siswa sendiri.

Setelah bisa menentukan kegiatan yang akan diadakan, ia pun menyampaikan kegiatan diluar jam sekolah juga harus mendapatkan persetujuan dari orang tua peserta didik.

“Ekstrakulikulernya itu kan nanti biar siswa yang memilih mau ke diluar itu tidak masalah silahkan yang penting kepala sekolahnya harus ada konsolidasi,”pungkasnya. (Tito-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img