28 C
Demak
1 August 2022
spot_img

Minum Obat dengan Kopi Apakah Membahayakan Tubuh

Jakarta, Demaknews.id – Ada kabar baik untuk para penggemar kopi. Apabila sedang rutin mengonsumsi obat, bisa saja, lho, meminumnya dengan kopi. Tetapi, dengan catatan harus dikonsultasikan dulu kepada dokter.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., tidak masalah minum obat dengan kopi asalkan masih dalam dosis normal dan berdasarkan izin dokter. Sebab ada jenis obat yang cara kerjanya dapat terpengaruh jika dibarengi dengan minum kopi.

“Beberapa obat seperti teofilin (obat sesak napas) dan glimepirid (obat diabet) memang bisa dipengaruhi oleh kopi,” kata prof. Zubairi, dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (27/7/2022).

Baca juga : KBRI Bahrain Promosikan Biji Kopi Asli Indonesia

Apabila obat teofilin dikonsumsi bersama dengan kopi, lanjutnya, bisa menyebabkan efek sampingnya bertambah. Karena kandungan teofilin dan kafein ada yang berefek sama, yaitu merelaksasikan otot-otot untuk membuka saluran napas.

Menurut prof. Zubairi, mengombinasikan obat teofilin dengan kopi tidak cocok. Karena dapat meningkatkan efek dari teofilin, baik dalam cara kerjanya, efektivitas obat maupun efek samping.

Sementara obat glimepirid yang biasa dikonsumsi pasien diabetes juga harus lebih sering mengecek kadar gula darah apabila mengonsumsi obat dengan kopi.

“Prinsipnya kopi itu dapat meningkatkan kadar gula pada beberapa orang. Sehingga, efeknya akan berlawanan dengan obat diabet. Jadi, pasien diabet yang doyan kopi memang harus memonitor kadar gula darahnya lebih sering,” pesannya.

Profesor Zubairi sendiri mengaku cukup sering mengonsumsi obat dengan kopi. Tetapi, apabila pasien ragu untuk mengombinasikannya, ia menyarankan untuk beri jarak sekitar 1–2 jam setelah mengonsumsi obat.

“Tapi hal itu tetap didasari konsultasi dengan dokter. Jika orang itu enggak pernah minum kopi, tapi tidak sengaja mengonsumsinya dengan obat tertentu juga harus hati-hati. Kalau enggak pernah minum kopi, kemudian ngopi, tekanan darahnya bisa naik sebentar, apalagi ditambah obat,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa minum kopi tiga sampai empat cangkir sehari bisa mengurangi risiko kematian, kata prof. Zubairi. Di banyak penelitian bahkan bisa mengurangi risiko serangan jantung.

“Kopi itu bagian dari hidup sehat. Jadi, konsumsi sayur, buah, dan kopi itu bagian dari hidup sehat. Namun, jika tukang ngopi mau minum obat, pastikan baca instruksinya dan juga berkonsultasi dengan dokter,” pesannya.

Minum Obat dengan Kopi Apakah Membahayakan Tubuh? Dokter Senior Ungkap Faktanya

Ada kabar baik untuk para penggemar kopi. Apabila sedang rutin mengonsumsi obat, bisa saja, lho, meminumnya dengan kopi. Tetapi, dengan catatan harus dikonsultasikan dulu kepada dokter.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., tidak masalah minum obat dengan kopi asalkan masih dalam dosis normal dan berdasarkan izin dokter. Sebab ada jenis obat yang cara kerjanya dapat terpengaruh jika dibarengi dengan minum kopi.

“Beberapa obat seperti teofilin (obat sesak napas) dan glimepirid (obat diabet) memang bisa dipengaruhi oleh kopi,” kata prof. Zubairi, dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (27/7/2022).

Apabila obat teofilin dikonsumsi bersama dengan kopi, lanjutnya, bisa menyebabkan efek sampingnya bertambah. Karena kandungan teofilin dan kafein ada yang berefek sama, yaitu merelaksasikan otot-otot untuk membuka saluran napas.

Menurut prof. Zubairi, mengombinasikan obat teofilin dengan kopi tidak cocok. Karena dapat meningkatkan efek dari teofilin, baik dalam cara kerjanya, efektivitas obat maupun efek samping.

Sementara obat glimepirid yang biasa dikonsumsi pasien diabetes juga harus lebih sering mengecek kadar gula darah apabila mengonsumsi obat dengan kopi.

“Prinsipnya kopi itu dapat meningkatkan kadar gula pada beberapa orang. Sehingga, efeknya akan berlawanan dengan obat diabet. Jadi, pasien diabet yang doyan kopi memang harus memonitor kadar gula darahnya lebih sering,” pesannya.

Profesor Zubairi sendiri mengaku cukup sering mengonsumsi obat dengan kopi. Tetapi, apabila pasien ragu untuk mengombinasikannya, ia menyarankan untuk beri jarak sekitar 1–2 jam setelah mengonsumsi obat.

“Tapi hal itu tetap didasari konsultasi dengan dokter. Jika orang itu enggak pernah minum kopi, tapi tidak sengaja mengonsumsinya dengan obat tertentu juga harus hati-hati. Kalau enggak pernah minum kopi, kemudian ngopi, tekanan darahnya bisa naik sebentar, apalagi ditambah obat,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa minum kopi tiga sampai empat cangkir sehari bisa mengurangi risiko kematian, kata prof. Zubairi. Di banyak penelitian bahkan bisa mengurangi risiko serangan jantung.

“Kopi itu bagian dari hidup sehat. Jadi, konsumsi sayur, buah, dan kopi itu bagian dari hidup sehat. Namun, jika tukang ngopi mau minum obat, pastikan baca instruksinya dan juga berkonsultasi dengan dokter,” pesannya. (Suara.com)

Related Articles

- Advertisement -spot_img