Beranda Wisata Patung Pierre Tendean Jadi Salah Satu Ikon Baru Semarang

Patung Pierre Tendean Jadi Salah Satu Ikon Baru Semarang

0
82
Tampilan Patung Pahlawan Nasional Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean yang dibangun Disperkim, (Foto : ist)
Tampilan Patung Pahlawan Nasional Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean yang dibangun Disperkim, (Foto : ist)

Semarang, Demaknews.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang gandeng berbagai stakeholder untuk merealisasikan beberapa pembangunan ikon identitas Kota.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati mencontohkan pembangunan ikon kota yang berhasil dibangun yaitu patung Pahlawan Nasional Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean. Patung yang berlokasi di taman pada persimpangan Jalan Pierre Tendean dan Jalan Pemuda itu merupakan salah satu bukti kerjasama Disperkrim dengan berbagai stakeholder.

“Pembangunan kota akan lebih baik kalo melibatkan warganya misal dari akademisi, seniman, dan budayawan. Biasanya pemerintah mendesain sendiri tanpa menjaring ide dari masyarakat. Harusnya bareng sama masyarakat agar mereka juga bisa ikut berkarya,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati pada Kamis (2/9/2021).

Menurutnya pembangunan tersebut, merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mengabadikan dan mengenalkan pahlawan nasional kepada masyarakat.

“Sejarawan dan pahlawan harus diabadikan dalam karya untuk edukasi ke generasi setelahnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia juga menuturkan Pemkot Semarang berencana menggandeng BUMN dan perusahaan swasta nasional melalui program CSR dalam pembangunan itu. Kolaborasi tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur estetis kota.

“Kalau bisa tidak mengubah APBD Kota. kemudian menggandeng perusahaan untuk menggunakan CSR mereka agar menghasilkan sesuatu yang bisa ditinggalkan,” paparnya.

Ia mengatakan ke depan Disperkim akan menggencarkan pembuatan ikon-ikon  lain di Kota Semarang. Seperti patung, water feature, dan elemen estetika lainnya. Pembangunan itu tentunya dilengkapi dengan taman kota yang berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Nantinya, taman itu bisa diakses masyarakat luas baik untuk fungsi ekologis maupun sosial.

“Bisa digunakan untuk tempat olahraga, sarana edukasi, rekreasi hingga kegiatan ekonomi,” imbuhnya.

Ia berharap dengan kolaborasi tersebut, bisa menjadikan Ibu Kota Jawa Tengah lebih maju dalam melayani kebutuhan warganya. Selain itu mampu melahirkan landmark baru yang bercirikan keanekaragaman budaya dan sejarah panjang Kota Semarang.

“Kota bisa terbangun cantik kalo semua elemen terlibat. Tidak cuma di lahan kota tapi juga di lahan perseorangan,” terangnya.

Dalam waktu dekat ini, ujarnya, Disperkim akan membangun RTH yang berlokasi di jalan MT Haryono. Proyek itu akan dibangun dalam lahan seluas 200 meter persegi. Selain itu juga membangun ikon Penari Semarangan di wilayah Kaliwiru.

“Tujuannya sama, ingin melestarikan budaya. Kami ingin masyarakat tahu kalau ada Tari Semarangan,” pungkasnya. (Sukri-03)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini