32 C
Demak
4 March 2024
spot_img

Strategi Pembangunan Masa Depan Dengan Teknologi Geospasial

Semarang, Demaknews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan dalam upaya pembangunan wilayah perlu memerhatikan beberapa aspek. Tidak hanya membangun dari sisi lingkungannya saja, tapi juga soal mitigasi dan penanganan bencana.

“Pandemi Covid-19 yang terjadi semenjak 2020 ini merubah banyak hal. Maka harus ada adaptasi terhadap berbagai sektor, seperti kesehatan, sosial, ekonomi, infrastruktur pendidikan dan teknologi,” katanya Rabu (25/8/2021).

Untuk itu, dalam upaya pembangunan dan pengembangan wilayah, Pemprov Jateng menggelar Seminar Internasional ‘Geospatial Technologies, Spatial Planning and Regional Development in Pandemic Era’.

Pada seminar itu, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam perencanaan tata ruang, hal itu sampaikan oleh Wagub Jateng.

Misal, dalam pembangunan kota yang sehat. Semua faktor-faktor perly diperhitungkan agar kota yang dibangun kuat menghadapi berbagai bencana, termasuk bencana pandemi, dengan dampak seminim mungkin.

“Keterbatasan bangunan dan ruang multifungsi dapat dijadikan sebagai tempat karantina atau isolasi di tengah kawasan permukiman yang padat. Itu merupakan salah satu contoh bagaimana ke depan ruang kota bisa lebih dipersiapkan untuk kondisi krisis,” katanya.

Dia mengingatkan, adanya teknologi geospasial harus bisa memberikan peran dalam penanganan Covid-19. Salah satunya sebagai analisis sebaran kasus dan rekomendasi saran penanganan.

Menurutnya, dalam pembangunan daerah kedepannya mesti dibarengi dengan strategi percepatan pemulihan sisi ekonomi.

Dengan demikian menjadi salah satu isu yang kuat dan harus terus didorong. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan di tahun 2022 ini diarahkan pada peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Didukung dengan daya saing ekonomi dan SDM. Fokus penguatan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup,” tambahnya.

Menambahkan, Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Aribowo, yang juga menjabat sebagai Pj Sekda Jateng menyampaikan forum akademik tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan.

Pihaknya berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro Semarang dan Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo).

“Tujuannya adalah mendapatkan saran dan rekomendasi pembangunan yang tepat dan sesuai dengan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan saat ini,” pungkasnya. (Naz-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img