28 C
Demak
27 February 2024
spot_img

FBS : Demak Turun Level 2 Covid-19, Petugas Maksimalkan 3T

Demak, Demaknews.id – Kasus virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Demak, Jawa Tengah melandai menjadi turun status kedaruratan level 2 dari sebelumnya level 4.

Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, petugas di lapangan memaksimalkan upaya testing, tracing, dan treatment.

“Bagaimana kita menurunkan (kasus atau status level) terkait Covid-19 ini, yakni 3T nya, testing, tracing dan treatment-nya dilakukan sesuai aturan yang ada, 5 persen,” ujar FBS sapaan akrabnya usai mengisi podcast Semangat Kemerdekaan di Radio Suara Kota Wali, Rabu (18/8/2021).

Sementara itu, Bupati Demak, dr Eisti’anah mengatakan kasus konfirmasi di Demak juga terus menurun. Selain itu senada dengan FBS, ia menyebut upaya testing, tracing, dan treatment yang maskimal merupakan indikasi Demak turun level 2 Covid-19.

“Kemudian angka terkonfirmasi hari per hari turun, dengan tidak hanya kita angka positif saja, tapi kita juga mengencangkan meningkatkan dari testing, tracingnya. Jadi sekalipun testing, tracing tinggi alhamdulillah angka terkonfirmasinya juga turun,” terangnya.

Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet didampingi Bupati Demak, dr Eisti'anah. (Foto : Sai)
Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet didampingi Bupati Demak, dr Eisti’anah. (Foto : Sai)

Eisti, sapaannya, melanjutkan bahwa angka keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) di 12 Rumah Sakit Demak hanya 6 persen. 12 Rumah Sakit tersebut yang menyediakan tempat isolasi bagi pasien Covid-19.

“Jadi alhamdulillah memang kita terus menurun angkanya, dari BOR sendiri angkanya sudah 6 persen. Jadi dari 12 tempat isolasi yang terpakai saat ini di seluruh rumah sakit yang menyediakan isolasi Covid-19 sendiri,” jelas Eisti.

Sementara itu, lanjut Eisti, menyebut bahwa Demak merupakan level 2 berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), namun memberlakukan aturan level 3 berdasarkan aglomerasi Semarang Raya. Kendati demikian, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan, terutama mengenakan masker.

“Jadi memang secara WHO kita satu-satunya di Jawa Tengah, kabupaten yang masuk di level 2, tetapi karena aglomerasi dari Semarang Raya, kita diikutkan di level 3. Jadi secara aturan tetap mengikuti level 3,” pungkas Eisti.

Sementara itu, mengutip situs corona.demakkab.go.id per tanggal 18 Agustus 2021 akumulasi kasus Corona di Demak sebanyak 11.640 kasus. Rinciannya 1.031 di antaranya kasus Corona aktif, 10.339 kasus sembuh, dan 1.200 meninggal.

Sementara itu, dari 1.031 kasus aktif sebanyak 31 di antaranya dirawat di luar RS Demak, 4 dirawat di RS Demak, dan 66 menjalani karantina. (Adv/Sai-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img