34 C
Demak
3 October 2023
spot_img

Ini Aturan Baru PPKM Mikro Darurat di Semarang

Semarang, Demaknews.id –  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan merubah sejumlah aturan kegiatan masyarakat terkait diberlakukannya PPKM Darurat.

Selama diberlakukan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021, terdapat pembatasan yang dilakukan Pemkot Semarang mulai dari kegiatan usaha, peribadahan, dan kegiatan masyarakat.

Hendi mengatakan, mengenai work from home (WFH) dan work from office (WFO) tidak hanya dilakukan di lingkungan pemerintahan saja, namun meliputi semua aktivitas usaha yang ada di semarang.

“Pembagiannya terdiri dari non esensial. WFH nya mencapai 100%. Yang masuk kategori esensial WFH nya 50%. Dan yg masuk wilayah kritikal misalnya kesehatan, keamanan dimungkinkan WFO sampai dengan 100%,” ucapnya, Jumat (2/7/2021).

Hendi menerangkan, tempat makan, resto, warung makan, PKL hanya diperbolehkan melayani take away atau delivery. Mereka masih dipersilakan buka tapi tidak melayani makan ditempat.

Sementara itu, untuk tempat ibadah berdasarkan hasil koordinator dengan berbagai pihak dan lintas agama di Kota Semarang menyatakan tempat ibadah di Kota Semarang ditutup sementara sampai 20 Juli 2021.

“Kami baru zoom meeting dengan tokoh agama termasuk imam 3 masjid besar, persatuan gereja Kristen protestan, hindu darma, klenteng, mereka bisa memahami dan akan menutup sementara sampai dengan tanggal 20 Juli,” ucapnya.

Sedangkan untuk pernikahan dan pemakaman batasi maksimal 30 orang. Sedangkan kegitan seminar dan diskusi tatap muka tidak diperbolehkan.

Hendi menekankan, untum sanksi bisa berupa administrtif dan tertulis bahkan sampai kemudian tindakan tegas termasuk pembubaran, penutupan bahkan pencabutan izin usaha. 

Hendi meminta kesadaran dari seluruh warga untuk bersama mengerem kegiatan selama 3  minggu ke depan. Mengingat petunjuk presiden bahwa Jawa-Bali termasuk Kota Semarang melakukan PPKM Darurat. (Majid-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img