28 C
Demak
27 February 2024
spot_img

Keterisian BOR di Semarang Tambah 450

Semarang, Demaknews.id – Sebanyak 450
Bed Occupancy Ratio (BOR) telah ditambahkan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk pasien Covid-19.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan,  tempat tidur isolasi pasien Covid 19 sampai saat ini sebanyak 1771 yang berada baik di Rumah Sakit maupun tempat karantina.

“Rincian tambahan adalah 100 di kantor Diklat daerah Ketileng, 200 di Asrama UIN Walisongo. 100 di Rumah sakit baru yang belum di resmikan. Dan 50 di Komplek Gereja daerah Marina yang ada kamar untuk jemaat,” ucapnya saat konferensi di Balaikota Semarang, Selasa (15/6/2021).

Pihaknya sudah koordinasi dengan pihak terkait  dan diizinkan untuk dijadikan ruang isolasi tambahan di kota Semarang.

“Tambahan BOR untuk pasien Covid 19 sebanyak 450 tempat tidur mulai Minggu depan,” tambahnya.

Ia mengatakan, ketersediaan BOR di Kota Semarang saat ini tercatat mencapai 82 persen. Dengan penambahan tersebut, maka BOR akan turun meskipun di Rumah Sakit sudah penuh sampai 100 persen.

Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu penuhnya ruang isolasi pasien Covid 19. Pemkot Semarang tetap mengupayakan penambahan ruang isolasi dan menambah tempat tidur.

“Soal isu tentang penuhnya rumah sakit memang iya, tapi kalau ruang isolasi itu tidak. Karena banyak ruang isolasi yang disiapkan di luar rumah sakit,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini memang kasus Covid 19 di Kota Semarang melonjak pascalebaran. Dari yang awalnya 300 pasien untuk warga Kota Semarang, kini menjadi 797 orang. Sedangkan dari luar kota mencapai 550 orang.

“Artinya naik naik hingga 300 persen. Maka perlu dibuat kebijakan yang strategis untuk menekan penyebaran Covid,” ucapnya.

Hendi menyebut, angka Covid-19 yang tinggi disebabkan karena tingkat kedisiplinan warga  mulai menurun. Ia minta masyarakat saling menjaga antara satu dengan yang lainnya.

Beberapa kali dia menemui pasien Covid-19  kebanyakan mereka diisolasi di rumah dinas dengan keluarga. Hal itu menunjukan jika penyebarannya sudah sampai pada lingkup keluarga.

“Beberapa kali saya temui warga yang isolasi, saya anya di sini dengan siapa, ternyata dengan  suaminya,” ujarnya. (Majid-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img