32 C
Demak
27 February 2024
spot_img

Jepara Tambah Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19

Jepara, Demaknews.id – Pemerintah Kabupaten Jepara akan menambah tempat tidur untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.

Hal ini disampaikan Bupati Jepara Dian Kristiandi, dalam rapat pencegahan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui konferensi video dari Pendapa RA Kartini, Senin (7/6/2021). Disampaikan, jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Jepara sebanyak 132 tempat tidur, dan saat ini sudah terisi sebanyak 103 tempat tidur. Untuk itu, tempat tidur akan ditambah sebesar 27 persen lagi.

Pada kesempatan itu, bupati meminta bantuan gubernur untuk mengomunikasikan agar Pemkab Jepara bisa menggunakan asrama atau kampus Undip yang ada di Teluk Awur Jepara sebagai salah satu tempat karantina terpadu.

“Mohon bantuan pak Gubernur untuk mengomunikasikan dengan pihak Undip agar kita bisa menggunakan gedungnya yang di sini, sebagai tempat karantina,” katanya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara Muh Ali mengungkapkan, penambahan tempat tidur untuk pasien Covid-19, direncanakan 36 tempat tidur. Di antaranya, RS PKU Muhammadiyah Mayong sebanyak 14 tempat tidur, RSUD Kartini sebanyak 14 tempat tidur, dan RS Graha Husada sebanyak delapan tempat tidur.

Ditambahkan, tempat tidur pasien Covid-19 sebagian besar terisi pasien dari Jepara. Pasien Covid-19 dari luar daerah yang dirawat di Jepara hanya tujuh orang, yaitu lima orang pasien dari Kabupaten Kudus dan dua orang pasien dari Kabupaten Demak.

“Saat ini, tempat tidur pasien Covid-19 yang masih banyak di rumah sakit Rehatta Kelet. Untuk yang di RSUD Kartini sudah penuh,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, seperti yang sudah diprediksikan, dua minggu pascaliburan terjadi kenaikan. Awalnya hanya tiga kabupaten/kota yang masuk zona merah, yakni Kudus, Brebes dan Sragen. Namun saat ini, ada delapan kabupaten yang masuk zona merah (zona risiko tinggi), yakni Kudus, Sragen, Grobogan,Tegal, Brebes, Pati, Demak, dan Jepara.

“Untuk wilayah zona risiko tinggi ini, saya akan bantu dengan percepatan vaksinasi. Kabupaten/kota siapkan tenaga vaksinator. Dahulukan mereka yang mempunyai komorbid. Semoga akan bisa menjadi benteng,” kata dia. (03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img