33 C
Demak
20 February 2024
spot_img

Tradisi Berbagi Kupat Jembut Bisa Saja Punah

Semarang, Demaknews.id – Perayaan Syawalan di Kota Semarang dengan menyajikan kupat jembut bisa saja punah. Pasalnya, para anak muda di Semarang belum bisa membuat kupat jembut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juwarti (72), generasi terakhir sekaligus satu-satunya orang yang bisa membuat ketupat jembut di Pedurungan Tengah.

“Kalau di sini tinggal saya saja yang bisa masak ketupat jembut. Anak dan cucu pada nggak mau belakang membuatnya,” kata Juwarti saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/5/2021).

Ia mengaku, samaoi saat ini belum ada generasi penerus yang dapat meneruskan keahliannya membuat ketupat jembut. Bahkan anak dan cucunya belum ada yang berminat meneruskan keahlian tersebut.

Juwarti masih ingat betul jika dengan pesan orang tua terdahulu yang berpesan untuk tak meninggalkan tradisi tersebut. Menurutnya, ketupat jembut tak hanya makanan namun juka tradisi yang mempunyai makna mendalam.

“Artinya itu perjuangan siap saling memaafkan dan juga saturahmi. Itulah arti yang ada di ketupat jembut dngan harapan warga Pedurungan bisa sehat dan aman semua,” imbuhnya.

Untuk perayaan tahun ini, dia hanya membuat 80 ketupat jembut. Hal itu disebabkan karena dia sudah tak sanggup untuk memproduksi dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Ketua RW 1 Pedurungan Tengah, Wasihi Darono mengatakan, bahwa tradisi bagi ketupat ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Warga sekitar tak banyak yang tau arti dibalik tradisi bagi -bagi ketupat jembut itu.

“Jadi ini tradisi sesepuh kita dan tinggal melanjutkan saat syawalan dengan membuat Kupat Jembut atau Ketupat Sumpel,” ucapnya.

Dia menyebut, tradisi itu memang dilakukan orang dewasa dan diperuntukan untuk anak-anak sebagai simbol untuk meneruskan tradisi ke generasi yang lebih muda.

“Tradisi ini memang merupakan sarana menjalin rasa kebersamaan dan saling berbagi kepada sanak saudara dan tetangga sekitar,” imbuhnya.

Ia berharap, masyarakat di wilayahnya tetap merawat tradisi tersebut dalam rangka untuk menjalin silaturahim dan rasa kebersamaan dalam masyarakat. (Majid-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img