33 C
Demak
20 February 2024
spot_img

Larangan Mudik, Polisi Lakukan Penjagaan Perbatasan Sampai Jalur Tikus

Semarang, Demaknews.id – Dalam masa peniadaan mudik, Polda Jateng terus memperketat penjagaan perbatasan sekalipun itu jalan kecil atau yang sering disebut jalur tikus.

Polda Jateng telah berkoordinasi dengan pihak Polres dan Polsek dalam pengawasan jalan tikus.  Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pemudik yang nekat melintasi wilayah perbatasan.

“Jalan tikus paling banyak di perbatasan Karanganyar, Cilacap, Brebes, Blora. Jalan tikus yang paling  banyak kita perkuat semua. Untuk jalan tikus sudah disampaikan ke polsek, polres untuk betul-betul antisipasi jangann sampai kita kuat di jalur utama  tapi  jebol di jalan tikus,” ucap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin, Senin (3/4/2021).

Penyekatan di jalur tikus, lanjut Rudy, juga dilakukan agar tidak ada gelombang massa mudik lewat sana. Rudy tidak menyebut jumlah jalur tikus yang sudah teridentifikasi, namun pihaknya menyerahkan kepada Polsek-polsek yang memiliki jalur tikus agar bisa menangani.

Pihak mengatakan, di Jateng ada 14 titik pos penyekatan di perbatasan antar Provinsi dan juga 132 pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Candi tahun ini.

“14 titik pos penyekatan sama 132 pos pengamanan untuk Operasi Ketupat Candi. 14 titik ini sudah dimulai dari 22 april tapi mulai masif per hari ini jadi seluruh travel gelap akan kita kandangkan, apabila ditemukan kendaraan yang membawa orang dengan kapasitas banyak tapi tidak dilengkapi dengan prokes, maka kita akan lakukan tindakan tegas,” kata Rudy.

Ia juga melakukan koordinasi untuk mengantisipasi orang-orang yang menghindari jalur darat kemudian menggunakan perahu atau kapal kecil. Rudy menjelaskan pelabuhan memang ditutup dalam masa larangan mudik, namun antisipasi tetapa dilakukan.

“Banyak sekarang  yang berpikiran bagaimana kalau menyewa perahu. Kita  sekarang sedang membuat pola bagaimana mengamankan itu pelabuhan (liar), kita perketat jangan sampai mereka pakai perahu otok-otok datangg 100 orang. Kita kan enggak ngerti misal malam-malam. Banyak lagi lokasi yang kita tidak bisa memantau itu koordinasi dengan Syahbandar pelabuhan, dari Polair untuk memperkuat itu, jadi semua bermain tidak ada yang diam,” jelas Rudy (Majid-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img